History of Lantek Barat

12:18 PM


Dahulu kala, nama desa Lantek Barat diambil dari sebuah peristiwa yang menceritakan bahwa pada zaman dahulu ada kuda sakti. Konon kuda itu miliknya Joko Tole yang bernama Kuda Sumekar, 



ketika melakukan perjalanan panjang kuda Sumekar itu pernah singgah di desa Lantek untuk beristirahat dan mencari air minum sebagai pelepas dahaga. Namun setelah menunggu (adhante’) sekian lama tidak ada satu orangpun yang memberinya air. Ada yang mengatakan bahwa kuda itu diberi air lerreh (air yang sudah dipakai membasuh beras yang sudah berbahu). Akhirnya kuda tersebut mencakar-cakarkan kakinya ketanah (ate’kette’) hingga tanah tersebut berlubang sampai dalam laksana sumur yang digali oleh orang. Walau demikian, air tak kunjung keluar terpaksa sang kuda harus menunggu dengan sabar sampai akhirnya keluarlah air dari lubang yang digalinya. 
 
Dari peristiwa menunggu (adhante’) keluarnya air tersebut. Akhirnya dipakai sebagai nama desa Lantek dan sumur itu juga diberi nama sumur Lantek. Sampai saat ini sumur yang digali oleh kuda tersebut masih ada dan menjadi tumpuhan kehidupan bagi sebagian besar masyarakat Lantek. Sumur itu dipercaya akan menjadikan seseorang kebal dalam bersenjata apapun. Dengan syarat pada tanggal 15 Sya’ban seseorang harus menemukan air sumur Lantek yang berbentuk keruh dan berbau tidak sedap (aeng lerreh) serta menguap keluar. Maka dalam kondisi sumur yang demikian, orang tersebut harus mandi dan meminum airnya supaya orang yang meminum air tersebut menjadi kebal. Akan tetapi, tidak mudah untuk menemukan kondisi air sumur Lantek yang berbentuk demikian. Menurut cerita dari orang-orang, kalau tidak karena ke abengngan (bisa melihat hal-hal yang kasat mata) tidak akan bisa melihat air sumur Lantek yang berbentuk demikian.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »